Besar Sampel

BESAR SAMPEL

Pendahuluan

Sebelum kita melangkah ke besar sampel dalam penelitian kesehatan kita harus memahami metode/desain, dan hipotesis dari penelitian itu sendiri. Metode dan hipotesis merupakan salah satu sebagai penunjuk arah kita mengunakan perhitungan besar sampel yang mana yang tepat untuk hipotesis dan desain penelitian. Hipotesis yang banyak dikenal adalah hipotesis satu sampel dan dua sampel sedang desain yang biasa digunakan di dalam dunia kesehatan adalah cross sectional, case control, kohort dan exsperimen.

Keberadaan hipotesis dan desai penelitian dapat memberikan arah untuk kita menentukan mengunakan perhitungan besar sampel yang tepat untuk penelitian yang dimaksud. Banyak rumus perhitungan besar sampel dalam dunia kesehatan tetapi kita harus memilih rumus yang sesuai dengan hipotesis dan desain dalam penelitian yang dimaksud.

Untuk ilustrasi hipotesis antara lain: hipotesis untuk proporsi satu sampel, hipotesis untuk proporsi dua sampel, hipotesis untuk odd rasio pada desain case control, hipotesis untuk relatif risk pada desain kohort, hipotesis untuk mean satu sampel pada penelitian eksperimen, dan hipotesis dua mean untuk dua sampel pada penelitian eksperimen.

Adanya hipotesis-hipotesis tersebut memberikan arah kemana kita akan memilih rumus besar sampel yang tepat untuk penelitian yang akan dilakukan. Sampel yang biasa dikenal dalam dunia penelitian antara lain sampel independen dan sampel dependent. Jauh sebelum masuk ke analisis kita harus paham mengenai pengujian satu sampel atau dua sampel. Selain itu kita juga harus memahami apakah sampel itu bersifat dependent atau independent. Salah satu hal yang berarti dari kita mengetahui bentuk sampel apakah satu sampel atau dua sampel atau sampel independent atau sampel dependent bertujuan untuk memilih uji statistik yang tepat sesuai dengan data.

Pengujian satu sampel pada prinsipnya ingin menguji apakah suatu nilai tertentu berbeda secara nyata atau tidak dengan rata-rata sebuah sampel. Nilai tertentu pada umumnya adalah sebuah nilai parameter untuk mengukur populasi. Sedangkan pada uji dua sampel adalah ingin mengetahui apakah ada perbedaan rata-rata (mean) antara dua populasi dengan melihat rata-rata data sampelnya. Sampel Independent maksudnya tidak ada kaitanya antara pengamatan pada satu variabel dengan pengamatan pada variabel lainnya, sedangkan sampel dependent memberi maksud ada kaitan antara pengamatan pada satu variabel  dengan pengamatan pada variabel lainnya.

A. Besar sampel untuk hipotesis satu sampel pada populasi sasaran.

Pada besar sampel ini menekankan penelitian pada populasi sasaran misalkan pada penelitian survei dengan desai cross sectional. Hipotesis ini biasa muncul dengan desai penelitian cross sectional.

Besar sampel untuk satu sampel populasi presisi

Ilustrasi contoh 1

Kasus I

Suatu penelitian dilakukan di Kabupaten Bantul untuk mengetahui perilaku ibu dalam memberikan makanan kepada bayi. Jika penelitian yang dilakukan menginginkan ketepatan 10%, tingkat kemaknaan 95% dan diketahui prevalensi pemberian makanan bayi baik 30%. Berapa sampel yang harus diambil pada kasus diatas?

Rumus

Z21-α/2 PQ

n= —————-

d2

Keterangan

n = Besar sampel

Z21-α/2 = 1,96 pada α 0,05

P =  Proporsi prevalensi kejadian (0,3)

d =  Presisi ditetapkan (0,1)

(1,96)2(0,3)(1-0,3)

n   =  ————————— =  81  orang

(0.1)2

Kasus II

Pada kasus diatas jika diketahui pada bayi tersebar ke dalam 39 posyandu dan diketahui terdapat 1000 ibu yang mempunyai anak usia dibawah 2 tahun bagaimana pengambilan sampel yang tepat untuk kasus diatas?

Besar sampel untuk satu sampel populasi proporsi

Ilustrasi contoh 2

Suatu penelitian survei terdahulu diketahui jika angka prevalensi ketrampilan rendah pada perawat di RSU PKU Muhammadiyah 20%. Berapa jumlah perawat yang harus diteliti dalam survei jika diinginkan 90% kemungkinan dapat mendeteksi bahwa angka prevalensi ketrampilan rendah pada perawat 15%.

Diketahui

Po= 0.20

Pa=0.15

α= 0.05 = 1.96

β= 0.10 = 1.282

Berapa sampel?

B. Besar sampel untuk hipotesis dua proporsi populasi/ relative risk

Keterangan :

n1=n2   =  Besar sample pada kelompok kasus dan kelompok kontrol

P1  =  Proporsi perbedaan gangguan pertumbuhan pada kelompok BBLR

P2  =  Proporsi perbedaan gangguan pertumbuhan pada kelompok BBLN

α   =  0.05

Zα  =  1.96

ß    =  0.20

Zß  = 0.842

P 2                 = 0.27

Apabila perbandingan paparan dan tidak terpaparl 1 : 1, maka total subyek penelitian sebanyak 156 orang.

C. Besar sampel untuk hipotesis odd rasio

Besar sampel untuk hipotesis odd rasio lebih menekankan pada proporsi kelompok kasus atau kontrol.

Keterangan :

N        : Besar sampel pada masing masing kelompok

P1      : Proporsi bayi dengan penyapihan dini pada kejadian tidak ISPA.

P2       : Proporsi bayi yang tidak penyapihan dini pada kejadian tidak

ISPA.

Z1-a  : Level of significance, 0,05 = 1.96

Z1-b  : Power of the test (80 %) = 0.84

OR   :  3.2 (Penelitian Cesar  et al, 1999)

P1      : 0.495  Dimana  .

P2     : 0.235 (berdasarkan penelitian Cesar, 1999)

Odds ratio (OR) dan proporsi terpapar pada kelompok pembanding P2=23,5%, OR Kejadian ISPA 3.2 didasarkan pada penelitian Cesar 1999 dengan confidence interval=95%, Kekuatan uji=80%, tingkat kemaknaan (α)=0,05, didapatkan sampel sebanyak 88 subjek. Perbandingan kasus dan kontrol 1 : 1  maka besar sampel masing-masing kelompok adalah 44 kasus dan kontrol 44, sehingga jumlah keseluruhan sampel adalah n1 + n2 = 44 + 44 =  88 sampel.

D. Besar sample untuk penelitian dua populasi mean

  1. Besar sampel untuk rata-rata satu populasi
  1. Besar sample untuk rata-rata dua populasi.

Keterangan =

N = besar sampel

S = standar deviasi 1.7

Za = 0,05

Zb = 0,20

μ1 = rata-rata kelompok perlakuan = 2.94

μ 2 = rata-rata kelompok kontrol = 5.72

Berdasarkan perhitungan diatas maka diperoleh besar sampel untuk setiap kelompok sebesar 57 subyek.

Latihan 1

Suatu penelitian dilakukan di kabupaten A untuk mengetahui factor risiko bayi berat badan lahir rendah pada ibu dengan kasus malaria. Jika factor risiko bayi berat lahir rendah diduga adalah kepatuhan pengobatan malaria selama kehamilan. Dengan memanfaatkan jurnal yang ada dan diinginkan penelitian dengan taraf signifikan 0.05, kekuatan uji 80%, desain penelitian case control. Tentukan hipotesis penelitian dan Berapa sample yang dibutuhkan?

Latihan 2

Suatu penelitian dilakukan di kabupaten A untuk mengetahui factor risiko bayi berat badan lahir rendah pada ibu dengan kasus malaria. Jika factor risiko bayi berat lahir rendah diduga adalah kepatuhan pengobatan malaria selama kehamilan. Dengan memanfaatkan jurnal yang ada dan diinginkan penelitian dengan taraf signifikan 0.05, kekuatan uji 80%, desain penelitian cohort. Tentukan hipotesis penelitian dan Berapa sample yang dibutuhkan?

About these ads

31 Balasan ke Besar Sampel

  1. Rina Melani mengatakan:

    Terima kashih patas penjelasannya. ingin tanya, dari mana mendapatkan OR: 3.2 (Penelitian Cesar et al, 1999). Apakah besarnya populasi mempengaruhi besar sampel pada case control dengan odds rasio?
    Terima kasih.

  2. Rina Melani mengatakan:

    Terima kasih patas penjelasannya. ingin tanya, dari mana mendapatkan OR: 3.2 (Penelitian Cesar et al, 1999).Z1-b : Power of the test (80 %) = 0.84 dari mana?
    Apakah besarnya populasi mempengaruhi besar sampel pada case control dengan odds rasio?
    Terima kasih.

    • nugrohosusantoborneo mengatakan:

      itu didapat dari journal… jadi untuk mencari besar sampel dalam penelitian ada beberapa hal yang diketahui sebelum menghitung besar sampel.. besar sempel dalam penelitian dapat dipengaruhi oleh desain penelitian itu sendiri…

    • nugrohosusantoborneo mengatakan:

      bu rina kesulitan dalam menghitung besar sampel..? menghitung besar sampel dapat (merujuk desain penelitian yang digunakan).. rumus yang digunakan menghitung besar sampel berbeda2 antar desain penelitian… besar kecil besar sampel penelitian dapat ditentukan/dipengaruhi oleh mekanisme distribusi sampel itu sendiri. kalau ada kesulitan silahkan cantumkan kasus yang sedang dihadapi…?

  3. Retno Murti mengatakan:

    tanya mas…
    cara menentukan perbandingan jumlah kasus dan kontrol gmn? kan ada yang 1:1, 1:2, 1:3, 1:4…. rumusnya gmn? judul penelitian saya “hubungan umur dan paritas dengan kejadian perdarahan post partum. jawabannya ditunggu lho mas. makasih………

    • nugrohosusantoborneo mengatakan:

      cara menentukan perbandingan sampel dan kontrol
      utk mendapatkan teori probabilitas antara paparan dan efek (kelompok kasus dan kontrol) yang sebenarnya sebaiknya kasus kontrol 1:1.
      1;2, 1;3, 1;4 biasa digunakan jika prevalensi/insiden kejadian penyakit jarang terjadi… dengan asumsi penambahan kontrol lebih dimungkinkan untuk mendapatkan kejadian yang sebenarnya pada populasi yang normal…
      kalau dikaitkan dengan patofisiologi.. penambahan kontrol bisa diasumsikan paparan kurang begitu yakin menyebabkan efek… (kausalitas rendah)…

  4. Teta Puji Rahayu mengatakan:

    Saya sedang nyusun penelitian, bingung untuk menentukan besar sampel. Populasi tidak diketahui, tafsiran jml populasi cuma sedikit, pake studi analitik komparasi. Judulnya perbedaan perkembangan motorik kasar, motorik halus, bahasa, dan personal sosial mempergunakan Denver II pada bayi yang mendapat dan tidak mendapat ASI eksklusif. Pake rumus apa ya kira2???
    Terima kasih atas bantuannya, saya tunggu balasannya segera

    • nugrohosusantoborneo mengatakan:

      Mbak Teta
      populasi tidak diketahui itu tidak menjadi persoalan..
      hal yg penting itu adalah tujuan penelitian, hipotesis dan desain penelitian yang digunakan, kemudian dicari rumus besar sampel penelitiannya yang sesuai dg tujuan, hipotesi dan desain penelitian…
      mbak teta mau meneliti tentang apa, dimana dan skripsi apa tesis…?
      salam

  5. diana putri mengatakan:

    saya mau tanya perbandingan 1:1 dalam penelitian case control itu dapatnya darimana , apa ada rumusnya terima kasih

    • nugrohosusantoborneo mengatakan:

      Kalau rumusnya setau saya tidak ada mbak…

      mkin kalau punya referensi yang lain saya kurang tau… tapi menurut saya rumus utuk menghitung besar sampel penelitian case control belum ada…

      salam
      Nugroho Susanto

      • nugrohosusantoborneo mengatakan:

        Ralat.
        rumus menghitung besar sampel case control diralat rumus menghitung perbandingan 1:1 untuk penelitian case control…

        salam
        Nugroho

  6. ulfah mengatakan:

    saya mau bertanya,
    d atas dcantumkan rumus utk cross sectional,
    bgaimana rumus utk mncari besar sampel pd case control study?
    trima kasih

    • nugrohosusantoborneo mengatakan:

      Kepada
      Ulfa
      ada beberapa Rumus besar sampel yang digunakan pada desain case control. pengunaan rumus salah satunya tergantung hipotesis penelitiannya…
      mkin lebih jelasnya bisa di baca buku saya.. didalam buku itu dijelaskan berbagai rumus perhitungan besar sampel termasuk untuk cross sectional, kohort, case control dan exsperimen… pengunaan rumus, cara menghitung serta cara perhitungan secara manual harganya murah sekitar kalau gak salah antara 20-30 ribu didalam buku disediakan juga software-nya untuk menghitung besar sampel.. bisa hubungai percetakan MMI (0818267286) atau kalau pesenya banyak bisa lewat penulis..
      salam
      Nugroho

  7. natalia mengatakan:

    mas mw tanya,judul penelitian sy hubungan penggunaan pil kontrasepsi kombinasi dg kejadian kanker payudara..
    nah sy bingung cr nyari proporsinya (P2)blm diketahui,,apakah setiap penelitian harus ada prevalensi atau proporsi yg sdh diketahui atau blh g sy ambil dr penelitian cesar et all itu?? mohon jawabannya,mksh.

    • nugrohosusantoborneo mengatakan:

      Mbak natalia

      nilai Prevalensi atau proporsi dapat di ambil dari journal (penelitian terdahulu) dengan variabel yang sama pada penelitian yang akan anda kerjakan… kalau itu tidak bisa maka solusinya adalah studi pendahuluan,,,,
      yang perlu diingat juga untuk pengunaan rumus perhitungan besar sampel disesuaikan dengan tujuan penelitian, desain penelitian, dan skala data yang dihasilkan dari variabel anda,,,, jadi utk penelitian caesar et al kurang sesuai untuk pnelitian anda,,, artinya tidak tepat,,, karena variabelnya berbeda,,,
      oh ya mbak natalia penelitian di mana…? dan mahasiswa mana…? at dah kerja,,,? cm ingin tau aja,, barang kali suatu saat ketemu,,,,
      salam
      Nugroho

  8. natalia mengatakan:

    hm..gt ya,harus beli buku mas ni..
    sy penelitian di rumah sakit arifin achmad pekanbaru,mahasiswa kedokteran universitas riau..
    ok, do’akan penelitian sy berhasil y, mksh..

  9. nugrohosusantoborneo mengatakan:

    hehehe,,, beli buku jg ok mbak natalia,,, ya selamat penelitian mbak,,, moga sukses ya,,, amiiin,,

  10. ayu mengatakan:

    mas,saya mau tanya,saya rencanya akan mengadakan penelitian cross sectional (mengarah ke survey deskriptif. Berdasarkan penelitian sebelumnya (saya ambil dari jurnal di internet,penelitian ini diadakan di kenya -ini karena saya gak ketemu studi penelitiannya yg di indonesia-) nilai proporsi yg didapat sebesar 6.7%, sehingga setelah saya masukkan ke dalam rumus besar sampel dengan d=0.05,total sampelyg saya perlukan sekitar 100… betul gak sih mas? saya masih ragu dengan hitung2an saya nih..:(

  11. natalia mengatakan:

    mas, bth jwbn lg,judul penelitian sy kn hubungan penggunaan pil kontrasepsi kombinasi dg kejadian kanker payudara. desain penelitian case control, nah penguji sy blg jdl itu cocok utk penelitian cross sectional, gak cocok utk case control,
    betulkah itu??:(

  12. mel mengatakan:

    Mas, saya mau tanya..Saya mau melakukan penelitian case control. Saya sudah mencari penelitian terdahulu dgn variabel yang sama. Tetapi nilai P2 (jumlah kasus yang tidak terpapar resiko) adalah 0 orang. Apakah nilai 0 pada p2 ini bisa saya gunakan? Karena tidak bisa saya hitung ORnya bila nilai p2 ini 0. Bila tidak bisa saya gunakan, apakah saya harus mencari penelitian lain lagi yang nilai p2nya tidak 0? terima kasih banyak sebelumnya.

    • nugrohosusantoborneo mengatakan:

      kl nilainya nol ya hasilnya otomatis akan 0 jg besaran sampelnya.. saran saya sebaiknya mencari referensi yang lain atau kl memang tidak ada bisa dengan studi pendahuluan untuk mendapatkan nilai OR nya…
      mkin referensi yang ada nilai OR nol krn sampelnya terlalu kecil sehingga pada dammy table nya ada sel yang tidak terisi atau 0.

      salam

      • mel mengatakan:

        Studi pendahuluan untuk mencari OR itu bagaimana ya maksudnya? apakah tetap case control atau bagaimana? terima kasih banyak :)

  13. Imam Rosyada mengatakan:

    Mas sy Imam mahasiswa dari ilmu keperawatan Undip. Mau tanya, penelitian saya it gambaran kualitas hidup pria dewasa sehat yang menjalankan puasa dengan metode survey dan desain penelitian deskriptif. Karena populasi yg saya ambil itu yang menjalankan puasa di komunitas. sampelnya sedikit mas. apakah saya bisa menggunakan rumus sampling dari Slovin?
    terimakasih

  14. fia mengatakan:

    salam..mas saya fia,mhsw S2.mau bertanyanpenelitian saya judulnya hubungan status magnesium dengan tekanan darah pada primigravida.itu cara menghitung besar sampelnya bgmn ya?mnrt teman bisa pk rumus survey dg P yang belum diketahui,jadi didapat besar sampel 40 orang..apakah ini benar?
    mohon masukannya ya mas..

    • nugrohosusantoborneo mengatakan:

      ya kalau desainnya cross sec mkin bisa mbak… pakai rumus survei…
      tp kalau desain selain cross sebaiknya pakai rumus yang mengandung skala variabel yang diteliti seperti misal tekanan darah skalanya rasio maka perhitungan besar sempel memilih rumus yang mengandung skala rasio. ada banyak rumus yang mengandung skala rasio…
      mhs s2 mana mbak…?

      salam

      • Fia mengatakan:

        Salam mas,sy s2 gizi ui..judul penelitian saya Kadar magnesium serum pada primigravida trimester 2 dan 3 dan hubungannya dengan tekanan darah. Aku pk rumus sampel tunggal untuk perkiraan rerata(data numerik). Tapi penelitian n jurnal sblmnya nilai sd tidak ada. Jadi apa bisa ini disebut penelitian pendahuluan? Dan brp besar sampel minimal yg diperlukan? Mohon bantuannya pak..serta refernsi yg bs dijadikan dapus. Makasih banyak sebelumnya

  15. Aditya Setyawan mengatakan:

    Salam,pak Nugroho

    mohon bantuan penjelasan ttg besar Sample.

    Misalnya ketika mau penelitian kasus kontrol, kita sudah mengitung besar sample (dgn OR), dan ditemukan sebesar 80 responden. Apakah ini berarti kita nantinya mencari 80 Kasus dan 80 Kontrol atau 40 kasus dan 40 Kontrol…? Lalu kemudian kenyataan di lapangan ternyata Kasus yg ditemukan hanya 30 orang.

    Pertanyaan Saya:
    Apakah penghitungan dengan Rumus tadi (yg 80 kasus) itu kita batalkan dan beralih menggunakan Total Sampling, ataukah kita Harus mencari hingga didapatkan 80 kasus tersebut dengan menambah rentang waktunya ?

    Terima kasih.

    • nugrohosusantoborneo mengatakan:

      kalau saran saya menambah rentang waktu saya… alasan kl hanya 40 kasus mungkin nanti akan didapatkan tabel yang kosong (mising).. semakin sampelnya besar kemungkinan sel dalam tabel mising kecil…
      kalau ada tabel yang mising maka OR tidak akan ditemukan dalam penelitian ini…

      salam

  16. iis mengatakan:

    salam pak nugroho…..
    perkenalkan say iis mahasiswa STIKESI padang, saya mau tanya pak tentang bagaiman cara menentukan jumlah sampel. judul proposal saya faktor2 yang berhubungan dengan kejadian BBLR. jumlah populasi yang saya dapat 1680, dengan kejadian BBLR 456 orang bayi, pertanyaan saya bgaimana cara menentukan proporsi kelompok kasus dan proporsi kelompok kontrol ?
    mhon petunjuknya ya pak,,
    terimaksi…..pak nugroho

    • nugrohosusantoborneo mengatakan:

      kepada
      mbak iis
      untuk proporsi adalah jumlah BBLR di bagi dengan jumlah populasinya mbak..
      jadi 456 di bagi 1680 = 0.27.
      jadi proporsi BBLR adalah 0.27…
      salam

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: