PERTEMUAN 9
KAUSALITAS EPIDEMIOLOGI

Materi kuliah
KONSEP SEBAB AKIBAT

DEFINISI KAUSASI
Pada prinsipnya terdapat 2 pendekatan dalam mendefinisikan kausasi penyakit 1) pendekatan determinan, 2) pendekatan probabilitas.
1. Pendekatan determinant menganggap antara variabel dependent (penyakit) dan variabel independent (factor penelitian) berjalan sempurna, persisi yang digambarkan dalam model matematika.
2. Pendekatan Probabilitas merupakan pemberian ruang terhadap kemungkinan terjadinya kesalahan-kesalahan baik kesalahan random maupunmkesalahan sistematis yang dapat mempengaruhi hasil kausalitas dari factor kausal. Dalam pendekatan probabilitas digunakan pendekatan statistic untuk meyakinkan apakah terdapat hubungan yang valid antara factor penelitian dengan penyakit.
Berdasarkan definisi kausalitas epidemiologi membedakan lima definisi kausa (weed, 2001) yaitu 1) produksi, 2) Necessary causa, 3) sufficient component causa, 4) kausa probabilistic, 5) counter factual.

1. Produksi
Sesuatu yang menciptakan atau menghasilkan akibat. Kausa dipandang sesuatu yang memproduksi hasil..
2. Kausa diperlukan dan kausa mencukupi
Merupakan keadaaan yang mutlak diperlukan untuk terjadinya suatu akubat. Tanpa keadaan tersebut tidak dapat dihasilkan suatu akibat.
X diperlukan dan mencukupi untuk mengakibatkan Y

X diperlukan tetapi tidak mencukupi untuk mengakibatkan Y

X tidak selalu diperlukan tetapi mencukupi untuk mengakibatkan Y

E tidak diperlukan dan tidak mencukupi untuk mengakibatkan Y

3. Sufficient component causa
Kausa komponen mencukupi terdiri dari sejumlah komponen, tak satupun diantaranya secara dini mencukupi terjadinya suatu penyakit. Tetapi ketika semua komponen hadir maka berbentuklah suatu mekanisme kausal yang mencukupi.

4. Kausal probabilistic
Merupakan factor yang meningkatkan probabilitas terjadinya akibat. Menurut definisi probabilistic kejadian suatu penyakit pada seseorang dapat disebabkan karena kemungkinan (peluang). Definisi probalistik kausasi lebih inklusif dari pada definisi kausa komponen mencukupi sebab mampu menjelasakan konsep kausa yang diperlukan dan mencukupi.

5. Kontra factual
Setiap orang berbeda antara satu dan laiinya dalam banyak hal. Skuen waktu memainkan peranan yang penting untuk terjadinya perubahan.

Hill (1897-1991) membuat cheklis criteria untuk membantu penarikan kesimpulan kausalitas:
1. Kekuatan asosiasi
Ukuran yang digunakan untuk menilai kekuatan hubungan paparan dengan penyakit adalah OR dan RR, makin kuat hubungan penyakit makin kuat pula keyakinan bahwa hubungan tersebut adalah kausal.
2. Konsistensi
Temuan studi dapat direplekasikan pada berbagai populasi yang berbeda dan oleh berbagai penelitian yang berbeda memberikan bukti yang lebih kuat dari pada studi tunggal.
3. Spesifitas
Factor kausal menghasilkan hanya sebuah penyakit dan bahwa penyakit itu dihasilkan dari hanya sebuah kausal tunggal.

4. Hubungan Temporal
Dipastikan bahwa paparan terhadap factor berlangsung sebelum terjadinya penyakit.
5. Efek dosis Respon
Perubahan intensitas yang selal diikuti oleh perubahan frekuensi penyakit menguatkan keseimpulan hubungan kausal.
6. Biologic Plausability
Hasil study sesuai dengan kerangka biology
7. Koherensi
Hasil sejalan dengan riwayat alamiah penyakit biologi, dan epidemiologi penyakit
8. Bukti Eksperimen
Tersedianya bukti eksperimen yang mendukung.
9. Analogi
Sesuai dengan analogi sehingga mendukung kesimpulan kausal.

PENCEGAHAN PENYAKIT

Lingkup pencegahan
Fase rentan
Merupakan tahap berlangsungnya proses etiologi dimana faktor penyebab pertama kalinya bertemu dengan penjamu. Faktor penyebab pertama merupakan faktor penjamu.
Fase subklinis
Merupakan tahap berlangsungnya proses perubahan patologis yang diakhiri dengan keadaan irevesibel (manisfestasi penyakit tidak dapat dihindari lagi)
Fase klinis
Tahap dimana terjadi perubahan patologis pada organ telah cukup banyak sehingga tanda dan gejala penyakit mulai terdeteksi.
Fase terminal
Tahap dimana mulai terlihat akibat dari penyakit; sembuh, cacat, kematian.

Pencegahan penyakit dibagi dalam 3 sekmen yaitu pencegahan penyakit primer, pencegahan penyakit skunder dan pencegahan penyakit tersier.
1. Pencegahan primer
Mulai berhubungan dengan factor risiko, pada tahap ini belum menunjukan gejala dan tanda factor risiko.
2. Pencegahan skunder
Mulai menunjukan gejala klinis dan tanda penyakit
3. Pencegahan Tersier
Pencegahan pada tahap terminal penyakit (sembuh, cacat, mati)

2 Balasan ke

  1. ade mengatakan:

    kok ga disertakan sumber pustakanya…

  2. nugrohosusantoborneo mengatakan:

    ok terima kasih sarannya…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: